Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Produksi, Penjualan, dan Pasar Cardinal Jeans Indonesia

celana-cardinal

Indonesia merupakan negara kaya akan sumber daya alam. Kekayaan ini berbanding lurus dengan sumber daya manusia yang ada. Kekayaan Indonesia memberikan banyak manfaat yang menjadi salah satu pemasukan terbesar bagi ekonomi negara. 

Tercipta berbagai jenis barang menjadi produk yang akhirnya bisa menjadi sebuah produk yang dijual baik di dalam negeri maupun luar negeri. 

Salah satu produk yang Indonesia buat dan menjadi produk yang diekspor adalah dari fashion, Cardinal Jeans menjadi salah satu produk fashion Indonesia yang memiliki pasar di luar negeri juga selain di dalam negeri. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai penjualan dan pasar Cardinal Jeans Indonesia.

Cardinal merupakan pabrik garmen yang ada di Indonesia. Produknya menjadi salah satu trend dan kiblat fashion masa kini. Fashion yang dihasilkan di sini adalah untuk wanita maupun laki-laki, dari pakaian orang dewasa sampai remaja. Cardinal memproduksi fashion yang menggunakan bahan jeans, spandek, kaos, bahan denim dan lain-lain.

Cardinal Jeans Sebagai Produk Unggulan

1. Mengenal Jeans

Mari kita membahas Cardinal jeans Indonesia. Bagi masyarakat Indonesia, jeans sudah menjadi barang yang biasa yang pada umumnya, dalam kegiatan sehari-hari kebanyakan atau hampir semua masyarakat Indonesia memakai baju atau celana yang berbahan dasar jeans. 

Namun meskipun begitu, masyarakat Indonesia masih memiliki satu aturan yang masih tetap dipegang, aturan baku bahwa tidak diperkenankan memakai celana jeans pada acara atau kegiatan formal.

Filosofi yang menjadikan aturan tersebut, mungkin saja berdasarkan pada cerita terdahulu bahwa para pekerja rendahan memakai jeans untuk pekerjaan lapangannya yang kasar. Oleh karena itu, jeans identik dengan kegiatan nonformal dan tidak bisa digunakan untuk acara atau kegiatan formal.

Selain itu, yang membuat jeans dipandang sebagai busana untuk acara nonformal dalam artian kurang sopan jika dipakai pada acara formal adalah disebabkan karena jeans ini dahulu dikenalkan hingga menjadi populer adalah oleh orang-orang berandalan atau yang tidak terlalu memiliki kehormatan.

Mengenai jeans sendiri, tidak sedikit orang yang memahami jeans merupakan kain atau lebih tepatnya merupakan satu jenis kain. Namun ternyata, jeans memiliki pengertian tersendiri. 

Jeans merupakan aksesori olahan yang berasal dari kain denim atau suatu bentuk busana. Bentuknya tidak hanya satu, namun ada beberapa jenis, misalnya saja jaket, baju, topi, dan celana.

Lalu, apa itu kain denim? Kain denim adalah kain yang berbahan dasar alam, bahan dasar disini adalah katun (cotton) atau kapas. Kain yang berasal dari serat kapas ini kemudian diolah menjadi kasar dan dilakukan penenunan dengan memakai tambahan tertentu secara diagonal.

2. Sekilas Tentang Kain Denim

Kain denim dahulu digunakan bukan untuk busana melainkan untuk keperluan pelayaran. Pelayaran Republik Genoa dan Perancis adalah pelayaran yang banyak menggunakan kain denim ini. Pada akhirnya, Republik Genoa diminta untuk dapat membuat atau menciptakan celana yang berbahan dasar denim ini pada tahun 1800-an.

Pada perkembangannya, untuk kain denim dengan jenis celana ini banyak diminati dan disukai oleh semua orang, tidak hanya oleh orang-orang Genoa, namun juga oleh orang-orang Perancis. Inilah awal mula celana berbahan dasar denim dikenal dengan istilah jeans. 

Genes adalah nama atau sebutan orang Perancis pada celana denim buatan Genoa tersebut, sementara jeans adalah pelafalan dari orang Amerika dan Inggris. Untuk di Indonesia sendiri dikenal dengan jeans.

Dengan berkembangnya zaman maka semakin berkembang pula celana jeans ini. Berawal dari satu produk dan nama menjadi beberapa jenis produk dan nama. 

Sekarang ini sudah banyak pabrikan dari beberapa negara yang memproduksi celana jeans ini dengan nama atau merek internasional yang berbeda-beda. Kita sebut saja Gabrielle, Lois, Lea, Wrangler, dan Cardinal.

Produksi, Penjualan, dan Pemasaran Cardinal Jeans Indonesia

celana-cardinal

Kembali ke pembahasan awal, Cardinal jeans merupakan salah satu produk yang dibuat di pabrik dalam negeri dengan nama atau merek internasional. Cardinal jeans Indonesia pun memiliki peminat dan penyuka mulai dari dalam negeri sampai di luar negeri. 

Cardinal jeans Indonesia sukses memiliki memiliki pasar yang luas baik di dalam maupun di luar. Dalam artikel ini, kita akan coba membahas tentang penjualan dan pemasaran Cardinal jeans Indonesia.

Pada kenyataanya, produk lokal memiliki presentasi yang lebih kecil jika dibandingkan dengan produk ekspor. Namun hal itu tidak menjadikan produk lokal menjadi lemah, karena jika kita lihat, produk Cardinal jeans masih banyak tersebar di hampir semua daerah Indonesia.

Inilah bukti bahwa kita masih bisa membanggakan pasar lokal. Jenis produk yang Cardinal jeans Indonesia tawarkan adalah denim, ladies, casual, dan formal. Hal ini merupakan trik atau cara untuk bisa meraih segmen pasar mulai dari kalangan remaja sampai dewasa baik itu laki-laki maupun perempuan yang dilakukan pihak Cardinal.

Berikut adalah persentase produksi lokal Cardinal.

Dalam produk lokal formal Cardinal memiliki persentase 30%, produk denim 25%, produk casual 40%, dan ladies 5%. Untuk produk, pabrikan ini memang lebih memfokuskan pada beberapa jenis produksi denim laki-laki, yaitu kaos, celana panjang dan pendek, jaket, serta kemeja. 

Berdasarkan survey pada PT. Multi Garmenjaya tahun 2012, jumlah produksi lokal denim Cardinal atau Cardinal jeans adalah 40% untuk produksi celana, 10% untuk produksi kaos, 5% untuk produksi aksesori dan jaket, serta 30% untuk produksi kemeja.

Dari jumlah produksi Cardinal jeans Indonesia, kita beralih ke sistem pemasarannya. Cardinal memiliki dua jenis sistem pemasaran. Menggunakan sistem putus untuk yang pertama. 

Artinya, Cardinal akan melakukan penjualan langsung kepada toko melalui sales. Bukan sembarang sales, tetapi ini haruslah merupakan pegawai yang terikat.

Kemudian sistem konsinyasi untuk sistem pemasaran kedua. Sistem ini lebih familiar dengan sistem bagi hasil. Untuk sistem ini menggunakan cara counter, sales promotion girl, display, dan fixture oleh pihak Cardinal.

Untuk penjualan, Cardinal bekerja sama dengan beberapa departemen store yang ada di Indonesia. Cara kerja Cardinal ini adalah dengan retailing melalui department store tersebut. Misalnya seperti MDS atau Matahari Department Store, Yogya Department Store, serta beberapa counter Cardinal yang dibuka di beberapa mall.

Berikut target pemasaran untuk counter Cardinal Jeans Indonesia diambil dari target department store Yogya dan Matahari yang ada di kota Bandung. Untuk departemen store Matahari:

  • Istana Plaza (IP)
  • Bandung Indah Plaza (BIP)

Segmen pasar dari keduanya adalah pegawai dan pelajar untuk kalangan menengah ke atas atau menengah ke bawah. 

Untuk department store Yogya:

  • Yogya Buah Batu
  • Yogya Kepatihan
  • Yogya Sunda

Segmen pasar dari ketiganya adalah menengah ke atas juga menengah ke bawah. Jika kita teliti, untuk penjualan Cardinal jeans Indonesia ini relatif sama hampir di seluruh retail. Ini karena segmentasinya memang untuk kelas menengah atas juga kelas menengah bawah. Meskipun demikian, untuk penjualan di setiap retail terdapat perbedaan.

Demikian artikel mengenai produk, penjualan, dan pemasaran Cardinal Jeans Indonesia. Semoga bermanfaat.

Post a Comment for " Produksi, Penjualan, dan Pasar Cardinal Jeans Indonesia"