Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Celana Jean, Busana Simbol Produktivitas

Celana Jean, Busana Simbol Produktivitas

Celana Jean merupakan jenis busana yang paling banyak digemari, baik anak-anak, dewasa hingga orang tua, baik laki-laki maupun wanita.  

Bahannya yang enak dipakai maupun modelnya yang beragam menyebabkannya dapat dipakai di berbagai macam kegiatan. Pada acara formal dan pesta pun busana jean terlihat pantas dikenakan, tentunya dengan menyesuaikan dengan pakaiannya.

Dibandingkan busana lainnya, celana jean boleh dibilang memiliki sejarah yang paling panjang. Busana ini sebenarnya berasal dari Italia, bukan dari Amerika Serikat. 

Para pemintal di Genoa, Italia menyebut kain produksinya dengan istilah ‘genes’ yang diambilkan dari nama kotanya. Namun kemudian dikenal dengan nama ‘bleu de genes’ yang diambilkan dari bahasa Perancis yang berarti biru dari Genoa. 

Kain jenis ini sudah diproduksi sejak abad 16, ada yang menyebut sekitar tahun 1560-an, terutama untuk memenuhi kebutuhan angkatan laut karena dianggap sesuai dengan kebutuhan di berbagai medan, baik di dalam air maupun di darat.

Populer di Amerika 

Dalam perkembangannya, celana jean lebih populer di Amerika Serikat setelah seorang pedagang bernama Levi Strauss, sekitar tahun 1870-an, mampu membuat model celana berbahan jeans yang sangat disukai para pekerja dan penambang emas di negeri Paman Sam yang saat itu memang sedang demam emas. 

Awalnya, pemuda asal Bavaria, Eropa ini mencoba mengadu nasib ke San Fransisco, Amerika Serikat. Beberapa potong tekstil yang dia bawa ternyata habis terjual, begitu juga celana berbahan kanvas yang terakhir dibuatnya juga terjual. 

Permintaan yang tinggi dari kalangan pekerja tambang, mendorong Levi mencoba membuat celana dengan bahan ‘genes’ yang didatangkan dari Genoa, Italia.  Celana produksi barunya itu disebutnya dengan istilah blue jeans.

Tampaknya, celana blue jeans lebih disukai para penambang emas ketimbang celana berbahan lainnya. Permintaan yang terus meningkat terhadap busana berbahan jean produksinya itu membuat Levi makin terkenal. 

Pada tahun 1880-an, pabrik blue jeans pertama di dunia berdiri setelah Levi bekerja sama dengan Jacob Davis, seorang pengusaha sukses. Sejak saat itu, celana jean menjadi busana resmi para pekerja dan penambang emas di Amerika.

Setelah jeans diproduksi secara pabrikasi, nama Levi’s pun dipakai sebagai merek dagang. Namun popularitas busana ini makin mendunia sekitar tahun 1930-an, terutama setelah Hollywood memproduksi film-film cowboy yang selalu mengenakan celana jean. 

Ketenaran jeans makin meluas setelah pada tahun 1980 industri fashion dunia dan sejumlah perancang busana terkenal menggunakan bahan jeans untuk rancangan dan produksi mereka. 

Pergeseran Mode Busana

Busana mencerminkan pemakainya, begitu ungkapan para pengamat mode. Namun bagi pemakainya, busana dipilih juga berdasarkan kebutuhan, kenyamanan, sekaligus kepraktisan. 

Kalau dulu jeans pernah dikenakan oleh berbagai kalangan, dari angkatan laut, para pekerja tambang, hingga cowboy, kini busana ini pun populer di kalangan muda atau orang yang berjiwa muda.

Bahannya yang agak tebal namun nyaman dikenakan dalam berbagai suasana, menyebabkan celana jenis ini cocok untuk berbagai aktivitas. 

Karena itu tak heran bila ada seorang teman yang selalu mengenakan jeans dan mengaku hanya memiliki celana jenis jeans, meski jumlah dan modelnya beragam. Ketika ditanya alasannya, dia merasa lebih produktif dengan busana itu.

Baik untuk kuliah, nongkrong bareng teman, ataupun saat bekerja sebagai editor buku. Mungkin tak ada salahnya bila dikatakan bahwa celana jean merupakan busana simbol produktivitas

Post a Comment for " Celana Jean, Busana Simbol Produktivitas"