Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Biografi Celine Dion Si Penyanyi Sopran

celine-dion

Anda tentu pernah mendengar lagu My Heart Will Go On yang merupakan original soundtrack dari film Titanic. Yang menyanyikannya siapa lagi kalau bukan diva kelas dunia berdarah campuran Kanada dan Perancis, Celine Dion si penyanyi dengan suara Sopran.

Celine Marie Claudette Dion memulai debut pertamanya sebagai penyanyi profesional pada awal 80an. Saat itu ia baru berusia 13 tahun. Lagu berbahasa Perancis Lah yang membuat namanya melambung di seantero Kanada. Tahun berganti tahun, biografi Celine Dion mulai ramai ditulis media baik dalam maupun luar Kanada.

Apalagi, sekian banyak penghargaan bergengsi diraihnya seperti penghargaan lagu terbaik versi Yamaha Musik, Jepang pada 1982, Eurovision di Irlandia pada akhir 80an, beberapa penghargaan Grammy Award, Canadian Grammy, dan American Music Awards.

Seniman musik Amerika sering dijadikan kiblat para penyanyi pemula di seluruh dunia. Tak terkecuali Celine Dion yang cukup terinspirasi dengan Michael Jackson. Performa dan gaya Raja Pop dunia ini dalam mengekspresikan dirinya begitu mempesonakan Celine sehingga membuatnya begitu percaya diri dalam membangun karirnya.

Celine terus mengepakkan sayap kesuksesannya hingga dikenal luas oleh mereka yang tinggal di 3 benua besar seperti Amerika, Eropa, dan Asia.

Profil anak bungsu dari 14 bersaudara ini semakin melejit seiring dengan karya-karya musik yang diciptakannya sendiri dan beberapa pencipta lagu kenamaan lainnya. Tercatat lebih dari 100 juta single dan album terjual habis di mancanegara. Keluarga merupakan hal terpenting dalam hidup Celine mengingat apa yang telah mereka lakukan sejak belum menjadi apa-apa hingga setenar sekarang.

Celine terlahir di tengah-tengah keluarga yang sangat mencintai musik. Lagu pertamanya, It Was Only a Dream diciptakannya bersama Therese Tanguay, sang ibu, dan Jacques, sang kakak. Kemudian, kakak lainnya bernama Michel Dondelinger, mengirimkan rekaman lagu berbahasa Perancis itu ke sebuah label rekaman. Dan ternyata, tidak mengecewakan.

Di usia yang masih sangat belia, Celine Dion dapat membawakan lagu La Voix du bon Dieu atau The Voice of The Good God dalam album pertamanya dengan sangat menyentuh dan memukau.

Tampaknya, suara sopran yang dimiliki ibu dari Rene Charles, Eddy Marnay, dan Nelson Mandela ini merupakan anugerah yang tidak dapat ditukar dengan apapun. Simak saja lagu Beauty and the Beast yang dibawakannya bersama Peabo Bryson dalam album bertajuk Celine Dion yang dirilis pada 1992.

Celine yang saat itu berusia 24 tahun begitu piawai dalam membawakan lagu pengisi soundtrack film berjudul sama ini. Hal yang sama terjadi pada lagu-lagu, seperti When I Fall in Love, The Power of Love, Immortality yang dinyanyikannya bersama Bee Gees, The Prayer bersama Andrea Bocelli, I’m Your Angel bersama R.Kelly dan tentu saja My Heart Will Go On.

Dunia pernah kehilangan Celine saat ia memutuskan untuk undur diri dari dunia showbiz beberapa saat setelah lagu My Heart Will Go On diluncurkan. Namun, pada 22 Maret 2002 Celine Dion hadir kembali dengan lagu teranyarnya A New Day Has Come. Lagu ini sekaligus menjadi penanda kembalinya ia ke dunia tarik suara.

Celine tidak hanya mendapatkan kebahagiaan dari hasil penjualan karya-karyanya, tetapi juga dari apresiasi masyarakat dunia yang menjadikan lagunya sebagai penghibur dan penyemangat dalam hidup. Penyanyi sekaligus pencipta lagu ini mendedikasikan seluruh hidupnya demi musik.

Post a Comment for " Biografi Celine Dion Si Penyanyi Sopran"