Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara agar Pacaran Langgeng

Cara agar Pacaran Langgeng

Cara agar Pacaran Langgeng - Bagaimana cara agar pacaran langgeng? Jika ingin mengetahui hal tersebut, bacalah artikel berikut ini.

Pacaran adalah sebuah hubungan yang dilakukan oleh dua orang manusia lawan jenis. Makna dari pacaran tersebut mengarah pada sebuah makna hubungan yang lebih intens. Bukan hanya sekedar hubungan biasa di dalam pertemanan, namun sudah mengarah kepada kontak fisik dan batin yang lebih erat.

Banyak yang ditempuh sebagai cara agar pacaran langgeng. Dalam menjalani hubungan pacaran ini, tentunya akan ditemukan pasang surut hubungan. Pacaran adalah menyatukan dua individu manusia yang pastinya memiliki banyak perbedaan.

Perbedaan ini akan menyebabkan banyak hal muncul, baik itu hal yang baik ataupun hal yang tidak baik. Pasang surut hubungan pacaran ini tentunya juga akan melahirkan sebuah permasalahan tersendiri di dalam hubungan itu.

Hal inilah yang kemudian akan memunculkan sebuah ujian terhadap hubungan yang sedang dijalin, apakah dapat berjalan dengan lebih tahan lama lagi (langgeng) atau hanya sebuah hubungan yang singkat karena tidak mampu untuk menerima perbedaan yang ada. Di saat inilah dibutuhkan cara agar pacaran langgeng.

Pacaran Setelah Menikah

Pacaran memang identik dengan sebuah proses yang dijalani dua manusia sebelum menginjakkan kaki di sebuah proses yang dinamakan pernikahan. 

Pacaran dianggap sebagai sebuah proses pengenalan masing-masing pribadi yang ada. Apakah sosok laki-laki/wanita yang ada sudah tersebut sesuai dengan yang diinginkan atau juga sebaliknya.

Inilah yang banyak dijadikan sebagai alasan pembolehan dari aktivitas pacaran sebelum menikah. Walaupun banyak kasus yang menunjukan ketidakberhasilan dari mencapai tujuan ini karena sebagian besar pasangan yang berpacaran akan menunjukan sikap terbaiknya dengan memendam keburukan agar tidak diketahui oleh si pasangan.

Selain itu, kegagalan dari proses pacaran sebelum menikah adalah banyaknya kontak fisik yang terjadi sebelum masanya. Di mana pacaran yang terjadi tidak hanya sebuah aktivitas perkenalan saja, namun sudah tentu akan disertai dengan aktivitas lain yang cenderung lebih intens.

Awalnya mungkin masih akan terjadi sebuah hal yang malu-malu antara satu sama lain. Kemudian, sudah berani untuk berpegangan tangan atau menyentuh wajah dari pasangan. Lalu berpelukan, ciuman dan juga sudah tak ragu lagi untuk melakukan hubungan yang hanya boleh ketika sudah menikah saja.

Inilah yang kemudian memunculkan istilah hamil di luar nikah, atau pernikahan karena kecelakaan dan hal lainnya. Karena tentunya, aktivitas pacaran yang dilakukan masih belum waktunya untuk dilakukan.

Akan lebih baik, jika pacaran dilakukan setelah menikah karena hubungan tersebut telah resmi di mata agama dan Tuhan. Tidak ada lagi sikap was-was atau takut.

Terlebih jika semua hal yang dilakukan akan lebih membawa kepada kedekatan hubungan, dan tentunya juga akan menjadi sebuah ibadah. Tak ada lagi perasaan takut untuk mendekati pasangan yang telah menjadi istri atau suami. 

Cara agar Pacaran Langgeng

Sebuah hubungan yang langgeng adalah hubungan yang dapat berlangsung lebih lama lagi. Langgeng adalah lawan kata dari singkat, di mana hubungan pacaran yang singkat adalah hubungan yang hanya terjadi di waktu yang pendek. 

Oleh karena itu, hubungan pacaran yang langgeng ini diartikan dengan pacaran yang dilakukan dengan kurun waktu yang lebih lama lagi.

Berikut adalah beberapa cara untuk membuat pacaran setelah menikah menjadi lebih langgeng:

1. Mengetahui Hak dan Kewajiban Masing-Masing

Di dalam sebuah pernikahan tentunya akan muncul sebuah keterikatan hubungan. Suami memiliki hak yang harus ditunaikan oleh si istri dan demikian pula sebaiknya, si istri juga memiliki hak yang menjadi kewajiban suami untuk diberikan kepada istrinya.

Untuk dapat menjalankan kehidupan rumah tangga yang lebih harmonis lagi, maka patutlah untuk diketahui apa yang harus dilakukan sebagai sebuah kewajiban dan hak yang harus ditunaikan kepada pasangan.

Pengetahuan mengenai hal ini akan menjadi sebuah arahan untuk dapat menunjukan apa yang dapat dilakukan dan apa pula yang seharusnya dihindari untuk meminimalkan kekacauan di dalam rumah tangga.

2. Membuka Pintu Saling Memahami dengan Begitu Lebar 

Setiap orang pastilah memiliki ego dan keinginan masing-masing, terlebih ketika berhadapan dengan orang lain, maka hal ini akan lebih mudah lagi untuk dimunculkan di saat terjadi benturan. Keinginan untuk selalu dipahami tentu akan lebih banyak dan besar lagi.

Namun, di dalam sebuah kehidupan rumah tangga, kemampuan untuk dapat memahami pasangan adalah sebuah hal atau kunci dalam kesuksesan menjaga hubungan itu sendiri. Jika seseorang mampu untuk melakukan hal ini, maka akan dapat dihasilkan sebuah hubungan yang langgeng.

Memahami seseorang memang tak begitu mudah untuk dilakukan. Ketika memahami orang lain, maka yang kita lakukan adalah menurunkan ego atau keinginan diri sendiri. Kemudian menempatkan keinginan dan ego pasangan di atas ego diri sendiri. Inilah yang amat sulit untuk dilakukan.

Namun, dengan melakukan hal yang sulit ini, maka akan lebih mudah lagi untuk membangun kehidupan yang harmonis dan lebih serasi lagi. Tak ada lagi sikap saling menuntut atau mengharapkan diri pasangan untuk menjadi seperti sosok yang diinginkan.

Lain halnya jika yang didahulukan adalah ego diri masing-masing.

Tidak akan ada titik temu, jika kita menentingkan ego dan  keinginan untuk mau dipahami dengan membabi buta tanpa ada keinginan untuk mau memahami pasangan. Hasil akhir dari keadaan ini adalah sebuah perpisahan yang pahit.

3. Melakukan Hal-Hal Kecil yang Disenangi oleh Pasangan

Hal kecil yang dilakukan untuk menyenangkan pasangan adalah sebuah hal yang menunjukan sikap peduli dan penuh perhatian. Di dunia ini, tak ada satu manusia pun yang tak suka dan bahagia ketika diperhatikan oleh orang lain, terutama oleh orang yang ia cintai, yaitu pasangannya.

Maka dari itu, untuk semakin memupuk rasa cinta dan kasih sayang yang ada di antara pasangan, seseorang dapat melakukan hal-hal kecil yang memang disukai oleh pasangannya. 

Walaupun mungkin terkesan sederhana atau remeh, namun akan memberikan efek atau pengaruh yang luar biasa terhadap hubungan pernikahan yang ada.

Misalnya, ketika si suami masih belum bangun dari tidur paginya, maka si istri membangunkan suaminya dengan membuatkan kopi kesukaan si suami. Tentunya suami akan merasa diperhatikan dan senang dengan keadaan itu.

4. Menyempatkan Waktu untuk Berdua

Setiap pasangan akan disibukkan dengan segala aktivitas keseharian masing-masing. Suami sibuk dengan ativitas mencari nafkah di luar rumah, sedangkan istri di rumah untuk mengurus anak dan rumah tangganya.

Ketika suami pulang dalam keadan lelah, maka yang diinginkan adalah istirahat, sedangkan istri juga sudah merasa cape. Maka, akan terjadi kekosongan hubungan. 

Untuk itu, diperlukan sebuah waktu untuk dapat bersama antara suami dan istri. Saling meluapkan perasaan cinta yang ada atau hanya sekadar melepas rindu setelah satu hari tak bertemu.

Itulah beberapa hal sederhana yang dapat digunakan sebagai cara agar pacaran langgeng. Semoga dapat bermanfaat dan membuat kehidupan pacaran setelah menikah menjadi lebih berkah dan barokah lagi.

Post a Comment for " Cara agar Pacaran Langgeng"